Monday, November 04th, 2013 | Author:

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau Information Communication and Technology (ICT) di era globalisasi saat ini sudah menjadi kebutuhan yang mendasar dalam mendukung efektifitas dan kualitas proses pendidikan. Perkembangan teknologi informasi beberapa tahun belakangan ini berkembang dengan kecepatan yang sangat tinggi, sehingga dengan perkembangan ini telah mengubah paradigma masyarakat dalam mencari dan mendapatkan informasi, yang tidak lagi terbatas pada informasi surat kabar, audio visual dan elektronik, tetapi juga sumber-sumber informasi lainnya yang salah satu diantaranya melalui jaringan Internet.

Salah satu bidang yang mendapatkan dampak yang cukup berarti dengan perkembangan teknologi ini adalah bidang pendidikan, dimana pada dasarnya pendidikan merupakan suatu proses komunikasi dan informasi dari pendidik kepada peserta didik yang berisi informasi-informasi pendidikan, yang memiliki unsur-unsur pendidik sebagai sumber informasi, media sebagai sarana penyajian ide, gagasan dan materi pendidikan serta peserta didik itu sendiri (Oetomo dan Priyogutomo, 2004), beberapa bagian unsur ini mendapatkan sentuhan media teknologi informasi, sehingga mencetuskan lahirnya ide tentang e-learning (Utomo, 2001).

Sudah saatnya perkembangan pendidikan di Indonesia khususnya di Sekolah Dasar harus semakin diperhatikan baik dari segi sarana, prasarana, tenaga pendidiknya, maupun siswanya. Terlebih lagi pada era sekarang yang lebih dikenal dengan era teknologi karena memang perkembangannya sangat cepat bukan lagi dari tahun ke tahun tetapi sudah dari hari ke hari dapat terjadi perubahan yang sangat berbeda dari waktu sebelumnya.

gb 2

Adapun di dalam proses belajar-mengajar tentunya ada subjek dan objek yang berperan secara aktif, dinamik dan interaktif di dalam ruang belajar, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Guru dan siswa sama-sama dituntut untuk membuat suasana belajar dan prosestransfer of knowledge–nya berjalan menyenangkan serta tidak membosankan. Oleh karena itu penataan peran Guru dan siswa di dalam kelas yang mengintegrasikan TIK di dalam pembelajaran perlu dipahami dan dimainkan dengan sebaik-baiknya. Kini di era pendidikan berbasis TIK, peran Guru tidak hanya sebagai pengajar semata namun sekaligus menjadi fasilitator, kolaborator, mentor (penasehat), pelatih, pengarah dan teman belajar bagi siswa. Karenanya Guru dapat memberikan pilihan dan tanggung jawab yang besar kepada siswa untuk mengalami peristiwa belajar.

Melalui peran Guru sebagaimana dimaksud, maka peran siswa pun mengalami perubahan, dari partisipan pasif menjadi partisipan aktif yang banyak menghasilkan dan berbagi (sharing) pengetahuan/keterampilan serta berpartisipasi sebanyak mungkin sebagaimana layaknya seorang ahli. Disisi lain siswa juga dapat belajar secara individu, sebagaimana halnya juga kolaboratif dengan siswa lain. Pengadaan media TIK untuk kegiatan pembelajaran bisa saja berasal dari sekolah itu sendiri atau dari pihak lain. Pada dasarnya tidak menjadi masalah dari manapun asalnya media TIK yang sampai di sekolah. Yang justru lebih penting lagi adalah bagaimana cara menggunakan agar media TIK yang telah tersedia di sekolah dapat dioptimalkan pemanfaatannya bagi kepentingan pembelajaran peserta didik. Beberapa contoh media TIK yang mulai banyak tersedia di pasaran adalah CD/kaset audio, VCD, komputer, dan internet.

Sehubungan dengan semakin banyaknya ketersediaan media TIK untuk kegiatan pembelajaran baik di pasaran maupun disekolah yang diadakan sekolah sendiri maupun yang diterima sekolah dari berbagai pihak, sebelum memanfaatkannya di dalam kelas guru harus dapat menggunakan terlebih dahulu. Berikut ini ada beberapa panduan yang perlu diperhatikan oleh guru :

1)        Mempelajari media TIK.

2)        Merencanakan waktu pemanfaatan media TIK.

3)        Mengkomunikasikan rencana pemanfaatan media TIK kepada peserta didik.

4)        Mengkomunikasikan rencana pemanfaatan media TIK kepada pengelola fasilitas TIK di sekolah.

5)        Mengkomunikasikan rencana memperoleh media TIK kepada peserta didik.

6)        Memiliki kompetensi dalam pengembangan TIK dalam pembelajaran.

Monday, October 28th, 2013 | Author:

Welcome to Blog Civitas UPI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Category: Uncategorized  | 4 Comments